Istirahat...
Sebuah kata yang sarat makna.
Mengandung banyak arti.
Istirahat dari kesibukan
Istirahat dari kepenatan
Istirahat dari kegiatan atau...
Buat aku, istirahat kali ini berarti istirahat dari segala aktivitas dan stay at home.
Knapa???
Beberapa bulan terakhir ini sepanjang tahun ini, hampir dikatakan waktu istirahat merupakan hal yang mewah buat aku. Sampai-sampai aku jarang melakukan hal yang kusukai yaitu spa dan perawatan diri.
Aktivitas di organisasi yang menyita waktu.
Beban pekerjaan yang semakin banyak.
Acara yang semakin padat.
Seminar di luar kota. dll
Semuanya membutuhkan waktu dan cukup menyita waktu istirahat.
Bahkan waktu untuk ke gereja.
Bebankah???
Tidak, sama sekali tidak. Malah dengan banyaknya aktivitas menandakan aku hidup dan membuat hidup ini semakin bernilai dan sarat dengan pengalaman dan makna.
Apalagi jika ternyata apa yang kita lakukan bisa menolong orang dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Suatu hal yang sangat membahagiakan buat aku.
Niat dan keinginan sangat banyak.
Rasanya waktu 24 jam sehari tidaklah cukup.
Namun ternyata segala keinginan dikalahkan oleh protesnya sang tubuh.
Ya tubuh yang selama ini mengikuti kemanapun aku pergi dan yang menyanggah setiap beban yang aku terima ternyata mulai protes.
Dimulai dari tiba2 kolaps di hari minggu tepatnya 2 minggu yang lalu.
Dua hari berikutnya tergeletak tak berdaya di peraduan karena kram perut.
Hari-hari berikutnya langsung beraktivitas full speed untuk mengganti 2 hari yang tak berdaya.
Selasa kemarin tenggorokan mulai protes. Akibat makanan yang berminyak saat meeting malam sebelumnya. masih belum kapok juga.
Rabunya dihantam dengan badai diare dan muntah-muntah.
Belum kapok juga dan nekad kerja.
Kamis pagi mata yang diserang. Tiba-tiba tidak bisa melek dan keluar air mata terus. Menangis??? NO...
Mata sangat perih. Dengan semangat 45 kedokter mata dan ternyata kornea luka.
Oh my God, kali ini harus benar2 istirahat karena tidak boleh memakai softlens hingga lukanya benar2 sembuh.
Kacamata dong dipakai. Disinilah permasalahannya..
Ternyata daku tidak terbiasa memakai kacamata dan saat kupakai untuk jalan dan tengok kanan kiri, duhhh pusingnya minta ampun. langsung terasa mual.
Oh God, mau gak mau stay at home daripada jatuh dan terjadi hal-hal yg tidak diinginkan.
he..he..
Alasan yang sangat nonsens untuk istirahat di rumah. Hanya karena gak biasa pakai kacamata.
Tapi lumayan juga isa istirahat dan ayem di rumah.
daripada pusing dan mual.
Tapi juga menyebalkan buat aku karena besok aku ada kelas masak (makanan kesukaanku yaitu salmon) dan juga janji bertemu teman-teman ngerujak bareng2. hiks..hiks... batal deh...
Dari kejadian penyakit yg beruntun datang, aku mengambil hikmah bahwa tubuh ini perlu waktu istirahat. Dan maybe God punished me also for something that I had done in the past.
Something that made HIM angry and not in the right way.
Dua hari ini aku pakai untuk merenung dan merenung.
banyak kejadian yang aku alami silih berganti datang dan pergi
Ada yang menyenangkan, ada pula yang mendukakan.
Terkadang malah aku merasa kuat dan tidak memerlukan apapun bahkan sering kali aku mengabaikan unsur Tuhan dalam segala kegiatanku (terutama tidak beribadah)
Inilah yang membuat aku merasa ini adalah teguran Tuhan untuk aku.
Bukan teguran untuk aktivitas yang over.
Tapi buat aku adalah teguran atas apa yang aku lakukan yang sangat mendukakan hatiNYA.
Aku menjadi sadar bahwa Tuhan masih baik sama aku. Dia menegur aku dengan cara seperti ini bukan dengan hal yg lebih fatal lagi. hikss...hiksss.. jangan sampai ya.
Semalam, aku berdoa dan minta ampun padaNYA.
Keterlaluan ya, baru datang pada DIA saat sakit.
Ya inilah manusia yang tak tahu berterima kasih.
Aku sangat bersyukur karena DIA sangat baik sama aku.
DIA menegur aku sesuai dengan kemampuanku.
DIA menyuruh aku untuk istirahat dan memperhatikan keluhan tubuh dan pikiranku.
Dengan perenungan ini dan kegiatan membacaku, aku jadi terinspirasi untuk membagi apa yang aku baca dan aku renungkan dengan teman-teman.
Dan inilah hasilnya.....
Tuhan sangat sayang dan cinta pada kita.
Libatkan DIA dalam setiap kegiatan dan tindakan kita karena DIA adalah penolong kita dan acuan kita dalam bertindak.
Berdoa dan minta petunjukNYA dalam setiap masalah yang kita hadapi karena DIA akan menunjukkan hal-hal yang benar dan berkenan padaNYA
Rencana Tuhan adalah indah bagi kita, ikutilah kehendakNYA dan bukan kehendak kita sendiri.
Jangan memforsir diri. Istirahat pada saat yang diperlukan karena segala sesuatu ada waktunya.
Surabaya, 10 agustus 2007
Jumat, Agustus 10, 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar