Senin, Agustus 20, 2007

Dirgahayu Indonesiaku

MERDEKA! MERDEKA!
Pekik ini selalu ada dalam tiap perayaan HUT negara kita tercinta ini.

Ya, kemarin adalah HUT negara kita tercinta yg ke 62 tahun.
Untuk usia manusia bisa dikatakan sdh cukup matang dan banyak makan asam garam.
Banyak pengalaman, banyak hal yg telah dilakukan dan semakin dewasa.

Beberapa hari yg lalu, aku membaca dalam surat kabar harian yg memetik pidato Presiden RI yg pertama yaitu Soekarno dalam pidatonya di Surabaya pada tanggal 24 Sept 1955 yg berbunyi:
Negara RI ini bukan milik sesuatu golongan
bukan milik sesuatu agama
bukan milik sesuatu suku
bukan milik golongan adat istiadat
TETAPI: milik kita semua dari Sabang sampai Merauke.

Pidato ini sangat selaras dengan salah satu lagu kita:
Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu, Itulah Indonesia
Indonesia Tanah airku, aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku..
Tanah airku Indonesia.
(catatan: lagu ini aku singkat saja)

Pidato itu sangat menyentuh hati saya dan membuat saya berpikir, apakah Bung Karno ini bisa meramalkan masa depan atau apa gitu. Karena pidato itu mengingatkan kita untuk tetap bersatu karena negara ini adalah milik kita semua. Milik kita Warga Negara Indonesia. Tidak peduli dari suku maupun dari agama apapun.

Dari peristiwa yg terjadi beberapa tahun ini, ada beberapa daerah yg ingin melepaskan kita dari pelukan Ibu Pertiwi.
Kita runtut dari awal, Timor Timur telah lepas dari pangkuan Ibu Pertiwi beberapa tahun yg lalu. Kemudian Aceh meminta merdeka. Dan Sekarang yg masih ramai adalah Papua yg juga ingin Merdeka.
Jika semua wilayah ingin merdeka, bagaimana nasib negara ini?
Bagaimana dengan pengaturan negara ini?
Bagaimana dengan nasib bangsa ini?
Dari sisi wilayah, sudah bukan dari Sabang sampai merauke lagi.
Dari lagu, tidak ada lagi lagu dari Sabang sampai merauke
Banyak hal yg akan terjadi jika ada lagi wilayah yang terlepas dr NKRI.

Tetapi...
Sejauh mana, kita semua menganggap bahwa negara kita tercinta ini adalah milik kita semua?
Sejauh mana kita berpatok bahwa kita semua mencintai negara ini dan bahu membahu membangun bangsa dan negara ini?
Sejauh mana kita bersedia menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, tanpa melihat suku, agama dan ras?
Sejauh mana kita menghormati perbedaan yg ada akibat dari beragamnya suku, agama dan ras yang ada di Ibu Pertiwi ini?
Sejauh mana kita berbakti pada nusa dan bangsa?

Yah.. sejauh mana yg telah kulakukan?
Sudah cukupkah??
Sudah puaskah??
TIDAK!

Masih banyak yg ingin kulakukan.
Masih banyak yg belum kuwujudkan
Masih banyak cita2 yg ingin kuraih untuk Indonesiaku.

Indonesiaku, tanah airku
Indonesiaku, tanah tumpah darahku
Indonesiaku, disinilah aku berbakti dan mengabdi
Indonesiaku, disinilah aku lahir dan dibesarkan
Indonesiaku, disinilah aku dididik dan bekerja
Indonesiaku, aku mencintaimu
Jayalah Indonesiaku.


Surabaya, 20 Agustus 2007

Tidak ada komentar: