Dalam perbincangan kami, secara tidak sadar, kami membicarakan tentang memberi atau membagi berkat atau menyumbang.
Kami bertiga sependapat bahwa sebagai umat manusia dari sisi agama (apapun agamanya) adalah kewajiban kami untuk memberi / membantu orang yg kesusahan. Apapun bentuk bantuannya. Karena dengan memberi kita mewujudkan salah satu ajaran agama yg kami anut yaitu membagi kasih dengan umat yg tidak mampu. Bantuan itu diberikan terutama bagi kaum papa baik sesama umat maupun berbeda agama.
Dalam ajaran kristen diajarkan bahwa barang siapa yg mengasihi orang miskin juga mengasihi Aku. Mengasihi disini bisa diartikan membantu. Juga ada ajaran bahwa kita diberkati untuk membagi berkat pada sesama. ( Yg terakhir adalah kata2 yg disampaikan oleh para hamba Tuhan). Bahkan dalam salah satu cerita di alkitab mengatakan bahwa seorang janda miskin memberikan persembahan dari segala kekurangannya. Dan persembahan itu dilakukan dengan tulus dan tanpa maksud untuk ditunjukkan pada orang lain. Janda miskin memiliki hati yg tulus dan dia kemudian akan diberkati pula.
Dalam hal ini bukan berarti kita membantu orang untuk semata-mata mendapatkan balasan. Tapi membantu adalah kewajiban kita bagi seluruh umat manusia yg membutuhkan. Bahkan dalam kekuranganpun kita masih bisa memberi / menjadi berkat bagi orang lain. Tidak perlu menjadi kaya untuk bisa membantu sesama. Apapun yg kita miliki bisa kita berikan. Misalnya kita memiliki sepasang telinga yang sabar, maka kita bisa membantu dengan cara mendengarkan keluh kesah teman yg membutuhkan. Terkadang suatu masalah bisa atau rasa sedih atau kemarahan bisa diredam dengan cara berbicara dengan teman yg memiliki talenta untuk mendengar. Begitu pula misalnya kita suka menasehati, kita bisa menjadi sukarelawan dalam bimbingan maupun konseling. Atau jika kita hanya punya waktu atau tenaga, kita bisa membantu sesama dengan mencurahkan tenaga / waktu yg kita miliki. Apapun yg kita miliki, kita dapat membaginya dengan sesama yg membutuhkan. Tidak hanya kaum papa saja tapi pada semua umat manusia.
Bukankah yg butuh pertolongan bukan saja kaum miskin?
Bukankah yg butuh bantuan bukan saja kaum tertindas?
Orang kayapun terkadang butuh bantuan misalnya butuh seseorang untuk membagi kesedihan.
Orang kayapun butuh bantuan untuk dibimbing dan dibina untuk menjadi orang yg lebih mengasihi sesama dengan harta yg dimilikinya.
Jika dalam ajaran Buddhis diajarkan bahwa amal ibadah bisa melepaskan karma yg buruk. Terlepas dari itu, kita tetap perlu membantu sesama kita.
Tidak ada orang yang tidak butuh bantuan orang lain.
Tidak ada orang yang bisa menyelesaikan segalanya seorang diri.
Butuh bantuan.
Sayapun setuju dengan teman yg muslim bahwa dalam memberi yg penting adalah hati yang tulus dan Tuhan akan menggantikan apa yg telah kita bagikan dengan lebih lagi.
Ibaratnya kita memiliki segelas air yg penuh. Tiba-tiba datang seorang pengemis yg kehausan, kita memberikan air itu. Sang pengemis bersuka cita dan dahaganya hilang. Apakah Tuhan akan diam saja melihat itu? Tidak. Tuhan menghitung itu sebagai pemberian kita pada kaumNya. Dan Tuhanpun memberikan kita lebih banyak uang agar kita membeli segalon air untuk dibagikan pada pengemis yg lain.
Akan tetapi jika kita tidak memberikan air dan menyimpannya hanya untuk kita sendiri, air itupun hanyalah air biasa dan tidak bisa menghilangkan dahaga sang pengemis. Dan Tuhan melihat itu. Maka diapun tidak memberikan kita uang lagi untuk membeli air karena kita masih menyimpan air itu untuk diri kita sendiri.
Maukah kita berbagi dengan sesama kita?
Maukah kita memberi dengan segala kekurangan kita?
Maukah kita memberi dengan hati yg tulus?
Maukah kita membagi dengan tanpa adanya keinginan untuk dipuji?
Maukah kita berbagi tanpa ada maksud tersembunyi dibalik bantuan kita?
Maukah kita berbagi untuk menyenangkan hati Tuhan?
Maukah kita berbagi untuk memuliakan nama Tuhan?
Maukah kita berbagi tanpa peduli siapa dan bagaimana orang yg kita bantu?
Maukah kita berbagi tanpa peduli agama yg dianutnya?
Maukah kita berbagi tanpa peduli rupa dan akhlak orang kita bantu?
Just help and share to everybody.
Saya pernah membaca artikel tentang orang yg mengiklankan dirinya untuk berbagi pelukan. Siapapun yg butuh pelukan, dapat menghubungi dia. Dan ternyata banyak orang yg membutuhkan pelukannya. Karena dengan pelukan seseorang bisa merasa lebih nyaman dan tenang. Hormon ketenangan tercipta dan keresahan, kesedihan maupun kepedihan bisa lenyap. Hanya dengan pelukan. Ya pelukan yg menenangkan dan hangat.
So, kita pun bisa memberikan bahu kita untuk meringankan beban teman. Dan pelukan hangat kita untuk menenangkan.
Jadi tunggu apa lagi???
Mari kita mulai berbagi dan berbagi dan berbagi dengan segala kelemahan dan kekurangan kita.
Sent from my BlackBerry® wireless device
Tidak ada komentar:
Posting Komentar