Minggu, Januari 06, 2008
BENCANA ALAM
Jika diurut sejak tahun 2004, antara lain: tsunami di Aceh tepatnya 26 Desember 2004.
Tahun 2005, bencana di Nias.
Tahun 2006, gempa bumi di Yogya kemudian dilanjutkan dengan di Pangandaran. Juga bencana semburan lumpur di wilayah Porong yg hingga saat ini masih belum berhenti dan banyak menuai penderitaan dan ketidakpastian.
Awal 2007, hilangnya pesawat Adam Air. Kecelakaan pesawat Garuda di Yogyakarta. Kemudian gempa di Bengkulu.
Akhir 2007, longsor di Gunung Lawu dan diikuti dengan meluapnya sungai Bengawan Solo yang menggenangi wilayah dilewatinya jalur sungai tersebut hingga ke Jawa Timur.
Bahkan hingga saat ini (awal 2008), banjir masih terus menggenangi wilayah Jawa Timur bahkan kini sudah sampai di kabupaten Gresik. Di Semarangpun terjadi bencana. Situbondo terjadi tanah longsor.
Tak terhitung kecelakaan lainnya dan bencana lainnya diantaranya banjir-banjir yg melanda ibukota kita tercinta Jakarta.
Gejala apakah ini?
Untuk tsunami dan gempa bumi konon akibat pergeseran lempeng bumi dan merupakan siklus alam. Tapi untuk banjir dan tanah longsor maupun kecelakaan??
Banjir dimanapun menyebabkan kesengsaraan. Namun banjir itu sendiri juga akibat dari ulah manusia sendiri dimasa lalu. Penggundulan hutan di lereng bukit untuk dijadikan pemukiman maupun villa mewah, illegal logging yang ngawur, penebangan hutan tanpa diikuti dengan reboisasi yang baik dan tertata, dijadikannya kawasan serapan air menjadi pemukiman, pabrik-pabrik dll. Sehingga diwaktu air pasang maupun saat hujan lebat, air tidak bisa terserap lagi dalam tanah. Akibatnya genangan air tidak mudah surut dan menyebabkan banjir apalagi didataran rendah.
Ini semua terjadi kerena ulah manusia sendiri. Dan kini manusia jugalah yang menuai akibatnya.
Keserakahan, ketidak pedulian dan kesenangan pribadi menjadi sumber masalah.
Saat terjadi bencana, berapa banyak kerugian yg diderita rakyat?
Berapa banyak kerugian yg ditimbulkan akibat rusaknya jalan? bangunan?
Berapa banyak petani & petambak yg menderita akibat gagal panen?
Berapa banyak jiwa yang menderita akibat hilangnya harta bendanya maupun orang2 yg dikasihi?
Berapa banyak yg menderita sakit penyakit pasca bencana?
Berapa banyak anak-anak yg tidak dapat melanjutkan sekolah?
Berapa banyak penduduk yg kehilangan mata pencahariannya?
Entahlah.....
Ngeri rasanya memikirkannya?
Ngeri rasanya membayangkan negara ini akan terancam kekurangan pangan akibat gagal panen.
Ngeri rasanya membayangkan langkanya air bersih yg terus menyusut akibat kurangnya daerah resapan.
Ngeri rasanya membayangkan bumi ini semakin panas akibat polusi dan kurangnya penghijauan.
Ngeri rasanya membayangkan naiknya harga bahan pokok akibat putusnya transportasi.
Ngeri rasanya membayangkan semakin banyak pengangguran.
Ngeri rasanya membayangkan semakin banyak anak-anak yang tdk dapat melanjutkan sekolah
Ngeri rasanya membayangkan penyakit semakin banyak sementara uang untuk berobat tak ada.
banyak kengerian yg lainnya.
Bumi semakin panas dan memberontak. Akankah kita berdiam diri dan melihat saja?
Mari kita mulai menyingsingkan lengan baju dan berpikir untuk menyelamatkan bumi ini dari kerusakan yg semakin parah.
Tak perlu muluk-muluk, cukup dari kita sendiri dan keluarga dengan mulai menanam pohon, melestarikan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan sampah serta melakukan penghematan energi dan air.
Rabu, Desember 26, 2007
NATAL
Menjelang natal, kota-kota mulai mempercantik diri bahkan Singapura sudah bernuansakan Natal sejak pertengahan November.
Pertokoan, hotel, restauran bahkan gedung2 mulai berdandan dengan lampu dan dekorasi Natal yg cantik dan gemerlap.
Tidak ada satu pusat perbelanjaanpun yg tidak dihiasi pohon Natal.
Ucapan Merry Christmas, season greetings dll terpampang dimana-mana seiring dengan kumandang lagu-lagu Natal yang telah mendunia.
Sangat gegap gempita dan menyenangkan.
Pada Hari Natal, gereja dipenuhi oleh umat yg ingin beribadah. Tidak hanya umat yg rajin kegereja, umat kapal selampun banyak yg datang khusus untuk merayakan kelahiranNYA.
Jalanan disekitar gereja memadat namun tidak menimbulkan kemacetan yg parah.
Inikah makna Natal yg dicari orang??? Inikah yang diinginkan Tuhan Yesus??
Sebenarnya apa sih Natal itu?
Kenapa dirayakan umat Nasrani sedunia?
Natal dirayakan sebagai peringatan atas kelahiran Yesus Kristus kedunia ini beberapa ribu tahun yg lalu. Kapan tepatnya masih belum diketahui dengan pasti.
Peringatan hari kelahiran Yesus Kristus ini tidak semuanya dirayakan pada tanggal 25 Desember. Kaum Ortodox merayakannya tanggal 7 Januari.
Walaupun berbeda tanggal, namun esensi Natal sebagai peringatan atas kelahiran Jesus Kristus adalah sama.
Kira-kira seperti ini saat DIA dilahirkan (diambil dari Injil Matius dan Lukas)
Alkisah dua ribu tahun yg lalu, dikota Nazareth, seorang anak dara bernama Maria bertunangan dengan Yusuf. pada suatu malam datanglah seorang malaikat menampakkan diri dihadapan Maria dan mengatakan bahwa dia akan mengandung seorang anak laki-laki dan dia harus diberi nama Jesus. Maria sangat risau karena dia belum menikah. Malaikatpun menenangkan Maria karena anak yg dikandungnya itu adalah kudus, anak Allah.
Singkat kata, mengandunglah Maria tanpa melalui proses hubungan suami istri karena anak yg dikandungnya adalah berasal dr Roh.
Pada waktu yg memerintah adalah Kaisar Agustus. Suatu hari, dia memerintahkan agar semua orang mendaftarkan diri dikotanya masing-masing. Waktu itu, Maria (ibunda Jesus) sudah mengandung dan mereka berasal dari Betlehem, maka pergilah mereka dari Nazareth menuju Betlehem. Saat tiba disana, tibalah saatnya bagi Maria untuk melahirkan. Namun keadaan sangat ramai dan mereka tidak mendapatkan tempat bermalam. Yang ditemukan adalah sebuah kandang kuda. Maka lahirlah Jesus disana dan tubuhnya diletakkan didlm palungan.
Saat kelahirannya, banyak orang yg melihat tanda kebesarannya yaitu org Majus dari Timur. Dengan bantuan Bintang Timur yang sangat terang, mereka tiba disana. Selain itu, para gembalapun tahu akan kelahirannya dari para Malaikat.
Saat orang Majus datang ke Yudea, mereka menghadap raja Herodes dan menanyakan kelahiran seorang raja Yahudi. Herodes terkejut dan mulai menyelidiki hal itu. Karena kuatir terancam kedudukannya, diapun memerintahkan untuk mencari bayi tersebut untuk dibunuh.
Malaikat mendahului Herodes dan malaikan memerintahkan kepada Yusuf untuk segera pergi ke Mesir dan tinggal disana sampai aman.
Itulah kisah seputar kelahirannya.
Sejak kelahirannya hingga kematiannya, Jesus jauh dari gemerlapnya dunia dan dia hidup dalam kesederhanaan. Kepeduliannya pada sesama terutama kaum papa membuatnya dielu-elukan. Dengan naungan Roh Kudus, DIA melakukan banyak mujizat mulai dari menyembuhkan org sakit hingga membangkitkan orang mati. Juga mengubah air menjadi anggur. Atas semua yg telah dilakukannya DIA tidak menjadi sombong. Bahkan DIApun mau melayani orang lain.
Kehidupan dan sifat2nya sangat bersahaja dan DIA tidak membedakan orang. Kaya maupun miskin, jika butuh pertolongannya akan DIA tolong.Sekarang, tampaknya makna Natal mulai bergeser ke arah yg gemerlapan.
Padahal, makna Natal yg sangat didambakan adalah kesederhanaan, kedamaian dan kepedulian seperti yg DIA tunjukkan dalam hidupnya sehari-hari.
Entah dimulai dari kapan, yang jelas perayaan Natal sudah jauh dari kesederhanaan. Saat Natal, selalu ada pohon Natal, kado-kado dan perayaan lainnya selain menghadiri misa / kebaktian Natal itu sendiri.
Konon, pohon Natal mulai menjadi tradisi dalam perayaan Natal berawal dari Jerman pada abad ke 16 yaitu dengan memasang dan menghias pohon cemara. Kemudian tradisi ini menyebar ke berbagai wilayah seperti Inggris dan Amerika Serikat (konon pertama kali dilihat di Pennsylvania pada tahun 1830). Di Inggris sendiri mulai terkenal sejak tahun 1841 saat Pangeran Albert memasang pohon Natal di Istana Windsor.
Kenapa pohon cemara yg dipilih? Pohon cemara melambangkan hidup kekal dimana sepanjang tahun selalu berwarna hijau dan tidak pernah menggugurkan daunnya dimusim dingin sekalipun. Karena itu pohon cemara dijadikan simbol kehidupan rohani yang selalu tumbuh.
Selain pohon Natal yang selalu ada, kita juga selalu melihat Santa Klaus atau sinterklas dimana-mana. Terkadang bersama dengan rusa dan kereta saljunya dengan hadiah-hadiah didalamnya. Sepasang kaus kaki, mistletoe, tanaman amarilis merah, permen, dll. Semuanya dihias dan dibuat sedemikian indahnya dan menarik hati.
Hadiah Natal sangat ditunggu bagi anak-anak dan juga orang dewasa. Tradisi tukar menukar kado Natalpun tidak akan lekang dimakan waktu. Saling berbagi dan mencari kado. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berpikir dan mencarinya. Membutuhkan waktu yang lama untuk membungkusnya dan membutuhkan waktu juga untuk membukanya.
Sekarang, tinggal bagaimana kita merayakan Natal kita. Apakah dengan gemerlapan dan melupakan makna sebenarnya? Ataukah merayakannya dalam kesederhanaan, kasih dan kepedulian pada sesama seperti yang dilakukan Yesus Kristus dalam kehidupanNya?
1. Alkitab : Injil Matius dan Lukas
2. Wikipedia
Senin, November 19, 2007
Kepercayaan
Menarik sekali pepatah yg dikatakannya tapi sayangnya saya tidak bisa mengingat dengan baik tapi kira2 seperti ini: emas itu berharga , teman/sahabat sangat berharga tapi kepercayaan paling berharga.
Saya merenungkan kata2 itu dan memang benar adanya.
Emas adalah benda yang berharga namun apabila kita kehilangan emas, kita masih bisa mencari dan membelinya.
Teman/sahabat lebih berharga dari pada emas dan nilainya tidak dapat dihitung, namun apabila kita kehilangan seorang teman/sahabat yang sangat kita kasihi akan sangat mendukakan kita. Tapi lambat laun kita dapat melupakannya dan mencari penggantinya.
KEPERCAYAAN adalah sesuatu yg sifatnya sangat abstrak dan tidak dapat dilihat bentuknya. Tidak dapat disentuh dan tidak dapat dirasakan. Namun kepercayaan sangat penting artinya / nilainya dalam kehidupan kita. Jika suatu saat kita kehilangan kepercayaan pada seseorang atau orang kehilangan kepercayaan pada kita, akan sangat sulit dilupakan dan dampaknya lebih menyakitkan daripada kehilangan seorang sahabat. Kita bahkan tidak akan bisa memperoleh / membangun kembali kepercayaan itu.
Kehilangan kepercayaan sangat menggugah hati saya dan sangat saya pikirkan akhi-akhir ini. Banyak hal yg luput dari pengamatan saya.
Namun saat aku membicarakannya kembali dengan seorang teman dan mulai merenungkan hal ini, beberapa kejadian langsung menimbulkan ingatan yg sangat kuat. Walaupun saya berusaha melupakannya tapi sangat dan masih segar dalam ingatan saya betapa menyedihkannya jika org kita percayai selama ini ternyata mengkhianati kita dan menyalah artikan kepercayaan yg kita berikan.
Karena utk kepentingan tertentu atau oknum tertentu, teman baik kita berbalik mengkhianati kita.
Saat aku mengetahui bahwa teman saya yang saya percayai selamai ini ternyata berbalik mengkhianati saya, saya sempat sangat marah dan kecewa tapi saya berusaha memahami knapa dia melakukan hal itu.
Tapi saat jawaban atas pemahaman itu dipertanyakan dan di ungkap, timbul kembali rasa sakit dan kepedihan.
Setelah fase itu terlewati timbullah ketidak inginan utk bertemu, bersama bahkan bicarapun malas. Rasa kecewa atas pengkhianatan telah merusak suatu hubungan yang telah akrab terjalin. Rasa sakit dan kecewa bercampur menjadi satu.
Menilik rasa itu, aku berusaha utk sedapat mungkin tidak merusak kepercayaan yg diberikan dan belajar untuk lebih baik dan menjaga kepercayaan yang selama ini telah dipercayakan kepadaku.
Menjaga kepercayaan sangatlah berat apalagi jika dipercaya untuk sesuatu yang sangat rahasia dan krusial.
KEGAGALAN
John Maxwell berkata:
Kegagalan tidak berarti bahwa saya sendiri adalah sebuah kegagalan; itu hanya berarti bahwa saya belum berhasil.
Kegagalan tidak berarti bahwa saya belum mencapai apapun; itu hanya berarti bahwa saya telah belajar tentang sesuatu.
Kegagalan tidak berarti bahwa saya telah dibodohi; itu hanya berarti bahwa saya telah berani mengambil resiko.
Kegagalan tidak berarti bahwa saya lebih rendah; itu hanya berarti bahwa saya tidak sempurna.
Kegagalan tidak berarti bahwa saya telah memboroskan waktu saya; itu hanya berarti bahwa saya memiliki sebuah alasan utk memulai lagi.
Kegagalan tidak berarti bahwa saya harus menyerah, itu hanya berarti bahwa saya harus berusaha lebih keras.
Kegagalan tidak berarti bahwa saya tidak akan pernah mampu meraihnya; itu hanya berarti bahwa saya perlu lebih banyak berlatih.
Kegagalan tidak berarti bahwa Allah telah menelantarkan saya; itu hanya berarti bahwa Dia memiliki rencana yg lebih baik.
RENUNGAN:
Dalam kegagalan, ada suatu hikmah yang dapat kita petik. Terkadang dalam kegagalan kita terpuruk dan tidak dapat melupakannya namun kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Dari kegagalan kita dapat belajar banyak. Dan kegagalan merupakan guru yang sangat berharga dan tiada bandingannya. Jangan takut menjadi gagal.
Selasa, November 13, 2007
Korupsi
Hari ini aku membaca iklan KPK di Kompas. Judulnya: korupsi membunuh bangsa. "Anda merebut makanannya". Iklan yang sangat menggelitik dan bermakna menggugah agar tidak korupsi. Dikatakan bahwa korupsi tidak hanya mencuri uang negara saja tetapi mencuri sesuap nasi dari orang lemah. Karena dana yang dikorupsi mempengaruhi proyek2 yg diperuntukkan bagi kesejahteraan orang miskin. Iklan itu juga mengajak kita semua untuk mengutuk koruptor dan melaporkannya.Kira2 itu isi iklan tersebut.
Aku tergugah dengan ajakan untuk mengutuk dan melaporkan para koruptor.Apakah cukup hanya itu? Setelah dilaporkan, apa yang akan dilakukan oleh aparat pemerintah? Apakah bisa ditindak dengan tegas (dalam arti mendapat hukuman setimpal)? Apakah bisa bersikap adil terhadap siapapun pelakunya? Apakah tidak ada perlindungan khusus? Apakah tidak ada unsur politik (dalam arti menjatuhkan seseorang di partai tertentu)? Bagaimana dengan para koruptor yang masih melenggang bebas? Bagaimana dengan mereka yang telah ditangkap tapi kemudian dilepaskan karena "kurang bukti" atau surat sakti? Dan bagaimana -bagaimana lainnya...
Dalam pikiran saya dan dengan pengetahuan saya tentang hukum yang sangat minim, saya mulai bertanya-tanya, sejauh mana hukum kita beserta para aparatnya dapat bertindak? Apakah mereka dpt dikatakan bersih dan tidak dapat disuap?
Apa sih sebenarnya korupsi itu?
Apakah hanya mengambil uang negara?
Bagaimana halnya dengan suap menyuap dengan segala bentuknya?
Apakah itu termasuk korupsi? Bagaimana halnya dengan korupsi waktu? Apakah tidak sama? Bagaimana pula dengan menyalah gunakan wewenang?
Bagaimana dengan sikap para anggota dewan kita yang utk menggolkan suatu proyek butuh uang sekian milyar?
Bagaimana dengan study banding di dalam maupun luar negeri yang memakan dana banyak? Padahal hasilnyapun belum ada atau bahkan tidak pernah direalisasikan atau belum tentu bisa diterapkan?
Yang sangat penting sebenarnya adalah kesadaran dari kita sendiri untuk melakukannya. Apapun bentuknya, yang namanya korupsi baik waktu, uang maupun penyalahgunaan wewenang adalah hal2 yang tidak baik.
Mari kita mulai dari diri sendiri.Karena selama diri sendiri tidak sadar, akan sulit utk memberantas korupsi.
Mari kita syukuri apapun yang kita terima saat ini dan jika ingin lebih lagi mari kerja lebih keras.
Mari kita benahi etos kerja kita dan cara kita pandang kita terhadap kesuksesan.
Sukses tidak diukur dari materi saja tapi dari segala hal.
Dengan merubah itu, saya yakin, korupsi akan hilang dengan mudah.
Cara yang sangat mudah adalah: apakah kita ingin mendapat malu? Apakah kita ingin anak cucu kita menanggung malu seumur hidup atas hal2 yg tidak dilakukannya? Apakah kita rela merampas nasi org miskin?Jika kita adalah mereka, bagaimana perasaan kita?
Sby 20 okt 2007
Selasa, Oktober 23, 2007
Mengampuni
Jika biasanya sibuk dengan jalan2, kali ini nuansanya berbeda. Berkutet dengan kerjaan RT, kerjaan organisasi dan sekaligus bersosialisasi dengan teman2. Rasanya hampir tidak seperti liburan panjang (selain fakta bahwa tidak ada asisten yg membantu di rumah).
Nah saat sendiri dirumah dan mau tidur, terlintas dipikiran kenapa ya orang-orang kok rela berdesak-desakan untuk sekedar mudik! Selidik punya selidik ternyata yg diutamakan adalah sungkem ke orang tua, saudara dll. Mumpung bisa bertemu dan tidak perlu keliling.
Minal Aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin
Selanjutnya, saat merenung tadi, aku mulai berfikir lagi apakah memaafkan memiliki arti yg sama dengan mengampuni??
Menurut aku sih hampir sama, hanya kalo mengampuni memiliki makna yg lebih dalam lagi. Mengampuni lebih dari memaafkan. Mengampuni memiliki rasa penyesalan yg sangat mendalam dan dengan hati yg sangat tulus dan ada rasa tidak mau mengulang lagi.
Kemudian aku mulai merenungkan kembali salah satu ajaran dari agama yg aku anut selama ini, dimana kita harus bisa mengampuni orang lain sebelum kita meminta ampun padaNYA. Juga dalam peristiwa di kayu salib dimana Tuhan Jesus mengampuni orang-orang yg telah menyiksa dia, yg berbuat jahat padanya, yg berdosa, yg bersalah dll.
Saat merenung ini, aku kemudian terpikir bahwa hakekat kasih yg sesungguhnya adalah ketulusan dan kemampuan kita mengampuni org2 yg bersalah pd kita. Tidak peduli seberapa jahatnya dia, seberapa salahnya dia dan seberapa bencinya kita padanya, kita harus bisa mengampuni mereka.
Namun, apa yg terjadi selama ini adalah kita cenderung membenci dan mendendam jika kita dikhianati dan dilecehkan. Rasa dendam dan sakit hati ini bisa berlangsung lama dan bahkan bisa hingga akhir hayat dikandung badan.
Pertanyaannya adalah: bisakah kita benar2 mengampuni dan bisa melupakannya?
Jika hanya sekedar mengampuni, itu mudah dilakukan, tapi benar2 melakukan pengampunan dan bisa menerima kembali org tsb itu yg sangat sulit.
Terus gimana dong? Saat merenung, aku mulai berfikir, kenapa kita mudah memaafkan dan bahkan bisa melupakan org2 yg meyakiti kita saat org tersebut kita cintai. Ternyata, saat kita mencintai seseorg, kita memiliki kasih sayang yg tulus, memiliki hati yg bersih, sifat pemaaf (apa krn ada cinta?), dan adanya kebahagiaan. Akan tetapi saat kita marah dan membenci seseorang, hati kita kehilangan rasa cinta, rasa memaafkan, hati yg dipenuhi dendam dan kemarahan yg berkobar-kobar dll. Rasanya jika memungkinkan ingin rasanya org tersebut diulek-ulek atau di goreng. (kejamm niannnn)
Karena itulah aku mulai menyimpulkan bahwa jika ingin bisa mengampuni, kita harus memiliki hati yg bersih, ketulusan hati, kasih sayang. Krn itu mari kita bersihkan diri dan hati kita serta jauhkan diri dari sifat mendendam. Hanya kasih yg tulus yg mampukan kita utk memiliki hati yg rela mengampuni.
Kata pepatah tidak ada gading yg tak retak, tak ada berlian yg sempurna, tdk ada mutiara dikantung dan tdk ada kesempurnaan didunia ini. Mari kita saling mengampuni. Alangkah indahnya jika semua hidup dalam damai dan pengampunan. Tidak ada perang, tidak ada kebencian dan tdk ada kerusuhan. Semuanya indah.
Selasa, September 11, 2007
Surabayaku..
Sebelum Hari H, saya sempat membeli buku Soerabaia Tempo Doeloe karya Dhukut Imam.
Disana tertera sejarah kota ini, bangunan2 yg ada maupun yg pernah ada, mata uang yg dipakai, dll. Lengkap deh (cuma belum semua kubaca).
Yang aku baca hanya bab yg mengenai tempat2 yg akan dikunjungi (sebagai referensi) dan sekaligus sebagai pegangan, in case, ada peserta lain yg tanya.
Kesan yg paling membekas adalah: hati ini rasanya miris melihat bangunan2 kuno yg kurang terawat. Lebih miris lagi, ada banyak bangunan yg sangat bersejarah tapi sudah hilang.
Misalnya bangunan yg ada di Jln Pahlawan. Dulunya ada tapi sekarang sdh tdk ada lagi karena digantikan oleh Tugu Pahlawan. Kemudian hotel Sarkies, sudah berubah menjadi hotel Sheraton dll.
Saat melihat beberapa bangunan yg masih berdiri dan terawat, saya sangat menghargai pemiliknya dan niatnya untuk tidak mengubah bangunan tersebut maupun merobohkannya dan menjadikannya Mal seperti yg akan dilakukan pada bekas RS Mardi santoso yg konon akan dirobohkan dan dijadikan Mal. sangat disayangkan jika bangunan tersebuit berubah dan tdk ada lagi sisa2 sejarah kota ini.
Apakah usia kota Surabaya yg sudah 714 tahun ini, tidak memiliki sejarah yg panjang?
Jika semua bangunan lama beralih fungsi menjadi bangunan modern apakah bisa dipercaya jika usia kota ini sdh 700 tahun?
Bukannya baru 10 tahun???
Lihat saja bangunan2 yg ada dikota ini yg amburadul dan kesannya tidak tertata dengan rapi.
Jika dibandingkan dng di luar negeri, ada perbedaan yg jelas antara kota lama dengan kota baru.
Dikawasan kota lama, bentuk asli dan budaya setempat tetap dipertahankan. Kalaupun diperbaiki, hanyalah beberapa bagian saja tanpa mengurangi kemegahan jaman dahulu. Paling2 hanya renovasi bagian yg sdh rusak. itupun tanpa mengubah bentuk bangunan yg ada.
Akan tetapi di kawasan kota lama di Surabaya, ada bangunan yg rasanya kurang cocok dan tidak pada tempatnya yaitu adanya bangunan Jembatan Merah Plaza yg berdiri dng megah diantara bangunan2 kuno.
Akan tetapi saya salut dengan keberadaan hotel Ibis yg tetap mempertahankan bentuk depannya. Bangunan tambahan berada di belakang (kalo tidak salah) menempati bekas gudang.
Saya sangat salut dengan bangunan PTN XI yg tetap merawat bangunannya. Bahkan menambah bangunan disayap kiri dan kanan dengan bangunan baru yg sama persis dengan bangunan lama. Jika tidak ada keretakan maupun sedikit perbedaan, tdk akan diketahui jika bangunan itu adalah bangunan baru yg dibangun oleh arsitek Indonesia.
Sekarang ini terlihat dengan jelas perbedaannya dimana bangunan lama masih kokoh dan tegak berdiri sedangna bangunan baru kelihatan agak rapuh. Timbul pertanyaan mana yg lebih kuno???
Jika bangunan lama didirikan tahun 1915, bangunan baru tahun 1985. Tapi sdh kelihatan jika yg baru tdk sekokoh yg lama.
Karena saya bukan insinyur bangunan, saya tdk bisa mengomentari lebih jauh ttg kualitas dr bangunan itu sendiri.
Untunglah walikota surabaya sudah sadar dan mulai mengadakan pembenahan tata kota.
Dan membuat SK tentang cagar budaya. Seandainya sejak dahulu sudah dilakukan, maka bangunan bersejarah tdk berubah fungsi menjadi mal. Sangat riskan bukan???
Baru2 ini, ada bangunan bekas penjara yg dijebol. Tapi berkat kesigapan masyarakat dan adanya niat baik dari Pemkot, maka yg sdh dirobohkan itu dibangun kembali. Salut buat masyakarat dan Pemkot yg mau membenahi.