Dalam postinganku yg lalu tentang True Love, ada 3 unsur yg menjaga kelanggengan suatu hubungan. Entah itu keluarga, pertemanan maupun percintaan.
Namun hari ini aku punya pemikiran lainnya yaitu dalam hubungan dengan organisasi atau pekerjaan.
Menurutku konsep true love juga berlaku dalam pekerjaan maupun lingkungan dimana kita berada.
Dalam pekerjaan misalnya, kitapun diharapkan untuk cinta kepada pekerjaan kita. Dengan adanya cinta maka segalanya akan lebih indah dan mudah. Dengan mencintai pekerjaan kita, maka tidak ada lagi yg namanya Bad Monday ataupun TGIF. SEmua hari akan sama karena tiap hari akan ada hal baru yg kita kerjaan dan temui.
Tidak ada lagi yg namanya malas bangun pagi.
Tidak ada lagi yg namanya bekerja dengan 1/2 hati.
Untuk mencapai taraf seperti itu, makan dibutuhkan cinta yg sejati.
Bukan berarti karena cintanya pada pekerjaan maka mengorbankan hal lainnya.
Bukan itu maksudku.
Cinta disini artinya kita mau mengorbankan hal2 yg tidak enak seputar tempat kita kerja ataupun kita berkorban perasaan jika ada rekan kerja bersikap seenaknya maupun jika beban kerja bertumpuk.
Juga kita bisa saling menghargai pendapat bawahan/rekan kerja maupun bos kita. SEmua org memiliki pemikiran maupun perasaan yg berbeda dalam menyikapi suatu masalah. Jika ada saling pengertian dan menghargai niscaya hubungan dengan rekan kerja akan semakin baik.
Misalnya jika ada masalah dengan rekan kerja, akan lebih baik jika diselesaikan dengan baik dan dibicarakan. JIka memang ada yg salah, lebih baik saling memaafkan dan menerima kekurangan teman apa adanya.
Keterbukaan dan saling menerima apa adanya juga merupakan kunci sukses dalam mencintai dan menjaga hubungan yg baik dengan kerjaan maupun rekan kerja.
Apa jadinya jika dalam 1 teamwork ada sikap saling membenci dan tdk ada saling menghargai?
Sejak tahun 2005, aku bergabung dalam organisasi sosial yg cukup bagus. Namun setahun setelah bergabung, aku memiliki suatu masalah pribadi dan hal ini menyebabkan aku ingin mundur dari organisasi yg aku cintai. Demi kebaikan organisasi pikirku.
Karena nasihat teman2, akhirnya aku urung mengundurkan diri dan malah terjun lebih dalam lagi. Hingga rasanya aku sulit bernafas. Sudah menyatu banget dengan jiwa ragaku.
Namun beberapa bulan belakangan ini, banyak timbul hal2 yg membuat aku sedikit kecewa. Dan ketiga konsep true love itu perlahan namun pasti menjadi pudar.
Aku merasakan ada hawa yg tdk nyaman. terutama masalah keterbukaan dan penghargaan.
hal ini membuat aku semakin ingin mundur dan membulatkan tekadku untuk mundur.
Hari ini aku berbincang dengan seorang sahabat yg juga pernah membuat aku mengurungkan niat utk mundur. Dia masih menginginkan aku tetap di organisasi dengan berbagai macam alasan dan pujian. Tetapi hati ini tidak tergerak.
Kenapa??? karena aku merasa bahwa cintaku telah memudar. Dan aku mengistilahkan sudah berpindah ke lain hati (bukan berarti aku pindah organisasi).
Dan aku lebih memilih untuk mundur daripada melakukan sesuatu dengan 1/2 hati karena aku tidak suka melakukan sesuatu dengan 1/2 hati.
Namun sahabatku mengingatkan aku terus akan apa yg telah aku lakukan utk organisasi walaupun aku tdk peduli akan itu semua.
Dia juga bertanya apakah aku tega?
Jika masalah tega atau tdk tega, aku tdk tahu.
Yg aku tahu adalah, aku mulai dirambati perasaan kecewa dan itu membuat cintaku luntur.
Sekarang yg jadi pergumulanku adalah: masih adakah cinta dihatiku untuk organisasi yg aku cintai?
Masih adakah keinginan untuk bersama mengembangan organisasi menjadi lebih baik?
Masih adakah hal yg perlu kuperjuangkan disana?
Entahlah....
aku belum tau jawaban pastinya.
Kamis, Februari 28, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar